growth hormone

FreSh Surabaya: Online Branding and The Rise of Indonesian Start Up

fresh-surabayaOleh: Imam MTQ

Iki Lho Rek, FreSh Surabaya

Siapa bilang arek-arek Surabaya tidak meminati acara kumpul-kumpul kreatif? Buktinya, pada Rabu malam, 26 Mei 2010, acara Freedom of Sharing (FreSh) yang untuk pertama kali digelar di Surabaya dipadati anak-anak muda Surabaya.

FreSh merupakan ajang diskusi, kumpul-kumpul, networking, sharing ilmu antar-pelaku industri kreatif. FreSh pertama di Surabaya membahas tema: Online Branding and The Rise of Indonesian Start Up. Pukul 18.00 peserta sudah berdatangan kemudian mendaftar ulang. Peserta yang hadir antara lain dari mahasiswa STIKOM Surabaya, Tugu Pahlawan dot Com (TPC), Komunitas Blogger UNAIR, Komunitas Forum DetikSurabaya, Surabaya Web Community (suWec), Kaskuser Regional
Surabaya, sejumlah pengusaha dari Komunitas Tangan Di Atas Surabaya dan UKM Jatim, para undangan, blogger independen, dan profesional-profesional lain di bidang indutsri kreatif.

Acara dimulai dengan perkenalan FreSh oleh Leonita Julian. Leonita menuturkan, FreSh mempunyai semangat berbagi untuk siapa saja terutama yang bergelut dalam dunia kreatif. Memang FreSh diawali dari Jakarta, namun semangatnya akan dibawa ke kota-kota lain. Dengan adanya FreSh ia mengharapkan insan-insan kreatif di Indonesia akan semakin banyak
bermunculan. Leonita juga yakin dengan potensi kreatif Surabaya. Sebagai orang Surabaya, ia akan semakin bangga jika dari kotanya muncul kreator-kreator baru yang kreatif.

Selanjutnya disambung dengan sambutan dari pihak manajemen STIKOM Surabaya. Manajemen STIKOM sangat senang bisa memfasilitasi acara FreSh yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Surabaya. Harapannya ajang berbagi pengetahuan seperti FreSh akan semakin berkembang di Surabaya.

Kemudian tibalah saatnya pada sesi presentasi dari para pembicara. Pembicara yang hadir antara lain: Herman Kwok (SemutApi Colony dan Kaskus.us), Benny Chandra (Narablog senior Surabaya), dan Suko Widodo (Pemerhati komunikasi).
Presentasi pertama dari Benny Chandra, seorang senior blogger dari Surabaya. Pengasuh Bennychandra.com ini menyampaikan materi tentang personal branding via blog. Menurutnya, blog memang bisa digunakan untuk mencitrakan diri, yaitu antara lain melalui tulisan maupun foto yang ditampilkan dalam blog. Benny mengklasifikasikan narablog ke dalam dua tipe. Tipe Niat Banget dan Tipe Yang Niatnya 68 %. Tipe narablog yang niat banget, biasanya blognya hanya membahas tema tertentu saja, memperhatikan kualitas postingnya, rajin blogwalking, ikut kopi darat dan menulis di blog,
serta konsisten dalam berpendapat. Sedangkan Tipe Yang Niatnya 68% saja -seperti blog dia katanya- ciri-
cirinya biasanya dalam blognya kurang fokus membahas tema tertentu, tidak rajin blogwalking untuk mempromosikan blognya, namun mereka konsisten dan mempunyai passion tertentu.

Menurut Benny, pada intinya, jika ingin mencitrakan diri lewat blog, carilah sesuatu yang berbeda untuk diblog-kan, kemudian geluti dengan kontinyu serta konsistenlah dengan pilihan tersebut. Presentasi kedua dari Suko Widodo. Suko Widodo adalah dosen komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Suko juga mempunyai semacam usaha agensi komunikasi. Ia seringkali diminta tokoh, pejabat, dan orang-orang penting lainnya untuk menangani strategi komunikasinya.

Menurut Suko, setiap orang pasti berkomunikasi. Pada zaman cyber alat untuk berkomunikasi semakin canggih. Perkembangan komunikasi manusia, dari tatap muka hingga tatap maya, dari kenthongan hingga jaman onlenan.
Suko mengatakan, sekarang ini abad selebriti, abad kenarsisan. Tinggal di desa boleh saja, tapi jangan mati gaya. Dalam presentasi yang penuh dengan guyonan, Suko menceritakan mengapa banyak tokoh politik yang gagal dalam pencitraan dirinya. Kegagalan beberapa politikus Indonesia ketika branding melalui media online, disebabkan karena mereka tak
kenal siapa calon pemilihnya.

Menurutnya, banyak yang terjebak ke dalam pandangan bahwa media adalah segalanya. Semakin canggih media yang digunakan semakin baik. Padahal sesungguhnya media hanyalah alat untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan. Boleh memakai media online tetapi harus diketahui bahwa dalam komunikasi sekarang ini cenderung menganut model berbicara dengan, bukan berbicara kepada. Selain itu, Suko mengingtakan bahwa pencitraan online harus berbasis riset, bukan sekedar berdasarkan imajinasi belaka, ada azas proximitas, azas manfaat, serta terencana dan terukur.

Presentasi ketiga dari Herman Kwok dari Semut Api Colony yang juga sekaligus dari Majamenen Kaskus.us. Kepada sekitar 170 peserta yang hadir, Herman menceritakan bagaimana merebranding Kaskus.us, dari forum yang dulunya dikenal sebagai situs porno menjadi web forum tempat dimana orang-orang dapat menemukan hal-hal unik yang tidak bisa ditemukan di massmedia online konvensional. Herman memulai presentasinya dengan awal mula dibuatnya Kaskus. Andrew Darwis dan kedua rekannya membuat Kaskus karena sering rindu dengan informasi dari Indonesia ketika mereka kuliah di Amerika Serikat. Lama-kelamaan, Kaskus semakin berkembang dan semakin banyak postingan yang mengarah ke pornografi. Kaskus memang ramai saat itu. Tapi itu tak bertahan lama.

Beberapa tahun terakhir, perkembangan anggota forum ini tidak terlalu bagus dan rataannya tidak sesuai harapan. Karena banyak mengadung konten porno, data menyebutkan, pengakses Kaskus 68% laki-laki dam 32% wanita. Para wanita terbukti enggan masuk ke Kaskus. Melihat kenyataan itu, serta tentu saja didasari atas kebutuhan akan dana untuk terus menghidupi Kaskus, Kaskus meniatkan diri untuk berubah. Selain sebagai forum yang asik, Kaskus juga ingin business
friendly.

Kekuatan-kekuatan Kaskus seperti bisa diakses secara gratis, mempunyai nilai lokal sekaligus nasionalis, database-nya bagus, tersegmentasi, unik, anggotanya banyak dan mempunyai kebiasaan kopi darat, mempunyai budaya dan bahasa sendiri, semakin dimaksimalkan. Kemudian, langkah yang dilakukan agar Kaskus business friendly adalah dengan menghilangkan konten porno dan yang mengandung SARA. Awalnya sempat menjadi perdebatan dalam tim kaskus. Namun akhirnya langkah tersebut diambil. Selain menyortir konten, Kaskus juga membenahi struktur, usability, serta design agar business friendly. Porsi ruang iklan dikurangi, agar semakin bagus tampilannya. Pengakomodasian atas itu semua akhirnya membuahkan hasil. Member Kaskus sekarang ini sudah mencapai 1,7 juta orang. Perputaran uang dalam Forum Jual Beli atau yang dikenal dengan FJB rata-rata perbulannya Rp 30-50 miliar. Tak dinyana, pengurangan porsi iklan pun justru membuat Kaskus kebanjiran iklan.

Salah satu hal yang digarisbahawahi Herman Kwok adalah bahwa para member Kaskus itu juga manusia yang bisa dan harus diajak ngobrol agar tercipta sebuah ikatan yang kuat. Setelah berpresentasi tentang rebranding Kaskus, Herman Kwok menginformasikan tentang program kompetisi untuk para start up-er yang bernama Sparx Up. Kompetisi ini terbuka bagi start up untuk kategori web portal, web application, dan lainnya. Pendaftaran untuk mengikuti Sparx Up ini akan mulai dibuka Juni 2010.

Semua pembicara sudah presentasi, tanya jawab sudah dilakukan, doorprize sudah dibagi-bagi, ramai-ramai berfoto pun tak ketinggalan. FreSh Surabaya edisi pertama berakhir. Sampai jumpa pada FreSh Surabaya edisi kedua.

Filed Under: Monthly Events

Comments (7)

Rio Purboyo

May 28th, 2010 at 5:26 pm    


Siip bianget, rek.
Acara perdana yg mantep, dan kupenasaran kapan tepatnya akan diadakan FreSh selanjutnya. Matur nuwun, telah berbagi buat kami yg di Surabaya dan sekitarnya. Sampai jumpa lagi :)

Anita Rachmadyah

May 29th, 2010 at 11:08 pm    


Hoho..
Seminarnya bagus..
jd membuka wawasan saya & teman2..
rencananya ni mau bikin blog ni..
hehe..
mohon bimbingannya ya..:)

Chandra Marsono

May 31st, 2010 at 4:06 pm    


Yay!! Sukses terus FreSh Surabaya!!

Lutvi Avandi

June 1st, 2010 at 1:52 pm    


Wah ada sesi poto-potoannya juga ya? hehehe.. kemarin karena udah ngantuk akhirnya pulang duluan pas sesi tanya jawab. Btw, thanks ulasannya Gan, lebih lengkap dan to the point :)

rendra

June 18th, 2010 at 12:50 pm    


nice :)
btw, foto ku kena crop :D

rusabawean

June 28th, 2010 at 4:26 pm    


FreSh Surabaya ini keren..
saya bisa dapet buku, kalender, stiker dll…
hehehe

Makasih #FreShSby :)

Rheza Sulaiman

October 12th, 2011 at 6:37 am    


Maju Terus Surabaya!! #FreShSby

Leave a reply

Name *

Mail *

Website