Finding Digital Love
Perkara cinta memang cocok untuk dibahas dibulan Februari, apalagi jika disangkutkan dengan perihal mencari cinta. Fresh pun berinisiatif untuk mengundang 2 pembicara yang akan sharing tentang cinta dalam hubungannya dengan internet, dan dua pasangan yang sukses mendapatkan cinta dari internet.
Fresh tgl 26 Februari 2010 diadakan di Laguna Atrium, Central Park, dalam rangka memeriahkan acara Central Park 1001 Mascot Competition yang juga didukung oleh IDS (International Design School).

Pembicara pertama adalah Lex depraxis dari Hitman System. Malam itu, Lex membawa teman-teman alumni Hitman System, yang membuat kursi audience Fresh kali ini dipenuhi pria-pria glossy
Lex menceritakan tentang website Hitman System (HS) yang ia dan rekan-rekan founder-nya buat 4 tahun yang lalu. Pada dasarnya mereka mengajarkan bagaimana agar para pria dapat  mengembangkan karakter dan lebih siap dalam hal romansa alias percintaan. Mengambil istilah Lex: membina pria anti ngarep


Meskipun, media promosi HS adalah melalui website, namun semua tips & trick HS harus diaplikasikan langsung dengan latihan alias offline. Maka dari itu, Lex sendiri nggak merekomendasikan kita untuk mencari cinta via online. Ada beberapa hal yang menurutnya menyulitkan, antara lain di situs dating jumlah cowok lebih banyak/dominan daripada cewek (cowoknya jadi rebutan kenalan sama cewek) plus profile-profile palsu yang marak sekarang ini, membuat kita tidak bisa mengidentifikasikan apakah orang ini ‘benar’ atau tidak.
Tips praktis dari Lex jika memang kita ingin nyemplung mencari pasangan secara online:
- Perbaiki penampilan; karena foto profile adalah hal pertama yang dilihat oleh orang di dunia digital
- Gunakan judul yang menarik dan membuat penasaran pada saat mengirim email untuk pertama kalinya
- Jangan putus asa jika email tidak dibalas
Baca slide lengkapnya Lex di bawah ini ya
Next, pembicara kedua Arman Rizal dari situs dating Cinta.co.id. Situs kencan yang gratis ini hanya untuk orang Indonesia dan anggotanya sudah lebih dari 130.000 orang users!
Fitur-fiturnya standar seperti layaknya fitur social networking, namun Cinta.co.id lebih mengkhususkan ke hubungan percintaan (bukan teman). Fitur utamanya dinamakan personal connection. Jadi jika kita meng-add salah satu user, maka akan ada tulisan bahwa kita tertarik dengan user tersebut dan ingin menjadikannya ‘teman dekat’ atau ‘teman kencan’. Maka agak aneh jika ada user pria meng-add user pria lainnya
Di situs ini juga ada fitur untuk browse profile by Zodiak, ini menandakan ternyata zodiak itu berperan penting dalam menentukan masa depan termasuk jodoh hehe

Ternyata banyak juga tantangan dalam mengelola situs dating. Antara lain: tekanan tidak langsung dari raksasa internet seperti FB dan Yahoo! Messenger, fake profiles, hackers, one night stand goers yang jumlahnya sudah mendekati 50% (kiamat sudah dekat
), serta adanya pimp yang ikutan daftar alias ‘mami’
Yang menarik, di websitenya, Cinta.co.id tak hanya jualan banner, mereka menambahkan value pada iklan dengan cara membuat kontes yang mengharuskan user membeli produk dari advertiser tersebut dan memasang fotonya bersama produk sebagai foto profile. Kreatif!
Tips dari Cinta.co.id tentang digital love: partially honest and be educated! Hati-hati dalam ‘berteman’ di ranah online.
Selanjutnya ada dua pasangan yang didaulat untuk berbagi kisah sukses dalam finding digital love. Mereka adalah Indi & Rani (from TheUrbanMama.com) serta Agung & Ida (from Kotakkue.com) yang datang bersama anak-anaknya yang lucu ^^
Agung & Ida bertemu di Friendster. Awalnya karena Agung ingin mencari wanita yang suka membantu orang lain dan apa adanya. Akhirnya, testimonial di Friendster pun dipilih sebagai jalan untuk memilih pasangan. Kebetulan, banyak testimonial untuk Ida yang sejalan dengan ‘keinginan’ Agung. Akhirnya mereka pun bertukar pesan via email, karena cocok, akhirnya ‘declare’ untuk berkomitmen dan ‘kopi darat’ beberapa minggu sesudahnya dan berlanjut hingga menikah dan punya anak seperti sekarang

Lain lagi dengan Indi & Rani. Mereka bertemu di MiRC tahun 2000 dan kemudian chatting pun dilanjutkan via ICQ. Jarak yang memisahkan mereka (Indonesia – USA), membuat mereka tetap melanjutkan ‘kencan’ di ICQ sampai akhirnya menikah di tahun 2002.
Dari dua kisah itu, bisa disimpulkan kalau digital love itu mungkin banget terjadi, karena yang berbeda hanya sarana-nya saja. Orangnya dan hatinya tetap sama dan tetap bisa terkoneksi dengan lancar (terutama kalau kecepatan internetnya mendukung hehe).
Dua orang yang bertemu secara online ini, dikemudian hari ternyata menghasilkan bisnis online juga. Ini membuktikan bahwa dunia online sudah mendarah daging di dalam diri mereka
Nah, bagaimana tips mereka untuk menjalin cinta secara online secara aman di jaman sekarang yang kondisinya sudah nggak sama dengan dulu?
- Jangan cepat percaya dengan omongan manis, check & re-check
- Selalu cari referensi, jadi detektif dadakan untuk mencari latar belakang orang yang ingin berhubungan dengan kita
- Hindari orang yang profilnya dramatis atau berlebihan
- Jika memutuskan untuk ketemuan, lakukan di tempat yang ramai
- Jangan hanya lihat fisik, sekarang Photoshop canggih banget
, just find something in common with him/her

Jadi, bagaimana, apakah Anda sudah pernah menjalin digital love? Ada tambahan tips dari Anda? Bagi-bagi pengalaman ya!
Filed Under: Monthly Events

Comments (5)
Lex dePraxis
March 1st, 2010 at 11:26 pm
Ah sudah muncul beritanya. Thanks buat semua yang sudah datang dan ikut meramaikan.. And also huge love to FreSh team.
dita.gigi
March 2nd, 2010 at 12:50 am
iiihh… itu yg ngomong tentang cinta.co.id ituuhh pacar nya adek sepupu kuuu… Arman
AnggaRifandi
March 2nd, 2010 at 1:55 am
wah sayang tidak bisa ikutan hadir di acara FreSh kali ini.
hoho mengenai digital love, saya sedang menjalaninya, sudah lebih dari satu tahun, semua berawal dari Plurk berlanjut ke kopi darat
Ollie
March 2nd, 2010 at 10:10 am
Hehe masa sih Dit? Dunia sempit ya… Arman itu temen sekantorku dulu
catur pw
April 22nd, 2010 at 2:15 am
digital love?
pertama kenalan dengan istri lewat sms2an, ini termasuk medium digital kan? hehe…
Leave a reply