FreSh Feb’09: Indonesia, Bangsa Kreatif?
Perhelatan FreSh ke-7 kali ini diadakan hari Senin, 23 Februari 2009 di Komunitas Salihara, Pasar Minggu. Tempat yang asyik untuk berbudaya ini memang dikelola Pak Goenawan Mohamad. Tempat Komunitas Salihara ini memang masih baru, dan sebenarnya asyik dipakai untuk beragam kegiatan komunitas.
Acara dibuka oleh Anggun Himawan yang sedikit bercerita tentang apa itu FreSh dan niatan kami untuk menyelenggarakan FreSh Conference 2009. Nggak tanggung-tanggung, kami ingin menyelenggarakan kegiatan besar dengan 100 orang pelaku presentasi sehari penuh. Doakan saja mudah-mudahan kegiatan ini bisa terwujud.
Presentasi kedua dibawakan oleh Husin Wijaya dari Markplus, yang bercerita tentang Generasi Z, generasi yang aktif di dalam sejarah tumbuhnya internet, yakni mereka yang berusia 13-31 tahun. Generasi Z ini punya sisi gelap, yakni:
- Attention deficit disorder.
- Mahir menulis tapi sukar mengkomunikasikan.
- Tiap hari berhadapan dengan screen.
- Adiktif dengan internet.
- Kehilangan waktu untuk sosialisasi nyata.
- Tidak pernah bergerak, jarang berolahraga.
- Cari gampang, dengan mencari bajakan.
- Tidak punya etika kerja, akan menjadi calon karyawan yang buruk.
- Narsistik.
- Tidak peduli dengan apa kata orang.
Dari hal-hal seperti ini, perilaku apa yang muncul?
- Generasi yang multitasking (Facebook prayer (selalu menulis status), thumber (jari-jemari bermain telepon), messenger 24/7, youtuber, ipoder).
- Kolaboratif. Lebih memilih kerja secara matrix, fleksibel, dan tidak secara hirarkis.
- Prosumer, konsumen yang menciptakan produknya sendiri.
- Customize personalize, dimana segala sesuatunya bisa dikustomisasi sesuai keinginan konsumen.
- Scrutinizer, dimana apapun yang dibuat online selalu diplesetkan.
- Kita yang menentukan sendiri sebelum kita memutuskan membeli produk, dan bukan ditentukan oleh produsen.
- Kita hidup di dunia penuh permainan dan warna, yang akan mewujudkan kreatifitas.
- Relationship, saling berhubungan satu sama lain, meskipun kadang hubungan itu semu (melalui jejaring sosial).
- Speed eaters, pemakan segalanya secepat mungkin.
- Semakin pintarnya teknologi yang akan semakin membantu aksesibilitas kita.
Setelah diskusi tanya jawab, pembicara utama pun dimulai dengan tandem antara Pak GM (Goenawan Mohamad), Mas Wicaksono, Paman Tyo (Antyo Rentjoko), dan Pak Budiono Darsono. Pengantar sesi dibawakan oleh Mas Wicaksono.
Hal-hal menarik yang bisa dikutip dari sesi dengan Pak GM antara lain:
- Komunitas Salihara ini dibangun atas hibah dana dari Jawa Pos, dan diperuntukkan untuk membuat masyarakat Jakarta Selatan beradab. Semua yang terlibat dalam proses pembangunannya dilakukan dengan suka rela. Setiap orang yang ingin mengadakan kegiatan di sini tidak perlu membayar mahal. Secukupnya asal bisa membantu menghidupkan koperasi usaha di Salihara.
- Internet membantu mengembangkan kreatifitas. Para blogger semakin banyak yang punya tulisan berkualitas. Apakah ini merupakan tanda kembalinya budaya menulis? Ataukah memang karena sering berinteraksinya sesama blogger sehingga kualitas pun semakin meningkat?
- Kreatifitas berbeda dengan orisinalitas. Orisinalitas itu selalu yang melakukan pertama kali. Kreatifitas adalah impuls saat kita ingin melakukan sesuatu, baik itu baru ataupun tidak, dan sifatnya pembaharuan dari yang sudah ada. Internet memungkinkan pencarian lebih mudah, setiap pendapat bisa dengan mudah digugurkan oleh orang lain. Seorang temannya juga bercerita kalau dalam Facebook-pun bisa ditemukan banyak tulisan menarik.
- Kurang ajar itu penting untuk kreatifitas, karena akan memungkinkan diri untuk menggugat sesuatu yang sudah ada.
- Jamaah Tarekat Al-Facebookiyah, yakni para pengguna Facebook itu eksibisionis, dan bukan narsis. Narsis itu kalau seseorang duduk sendirian dan melihat bayangan dirinya di danau. Sedangkan eksibisionis tidak sendirian. Mereka melakukannya bersama-sama.
Selanjutnya Paman Tyo bercerita tentang latar belakang pembuatan situs milik Pak GM. Kurang lebih isinya adalah sebagai berikut:
- Penyelamatan naskah lama Pak GM, karena kenyataannya Pak GM pun tidak punya lagi naskah-naskah lamanya.
- Semua dikerjakan dengan semangat kolaborasi.
- Keinginan pengkayaan konten di ranah maya. Misalnya, di media cetak, adanya buku dengan pembedaan karya antara versi yang ringkas dan versi yang lebih berat. Tujuannya, supaya seorang anak janganlah dipaksa membaca, misalnya, tulisan Sutan Takdir yang berat-berat. Cukuplah membaca versi singkat dan mengambil inti hikmahnya saja.
Berikutnya, Pak Budiono, yang pernah bekerja di bawah Pak GM di Tempo, ikut memberikan masukan-masukan:
- Adaptasi sistem Tempo dalam sistem kerja di Detik, seperti sistem penilaian.
- Menjadi seorang yang egois. Semangat ingin keluar dan lebih berhasil daripada di Tempo selalu ada (meski tentu tidak semuanya berhasil), tapi semangatnya ini yang penting.
- Menambahkan presentasi Husin, dimana generasi sekarang sudah sangat akrab dengan mobile dan internet, dan mereka tidak kenal buku.
Presentasi penutup adalah dari tim Pecha Kucha Jakarta yang akan mengenalkan perhelatannya tanggal 10 Maret 2009 mendatang. Konsepnya 20/20, yakni 20 slide masing-masing 20 detik. Acara ini terbuka untuk siapapun yang akan presentasi, asalkan mengikuti pola yang disediakan. Saat presentasi ini di FreSh kemarin pun, Sharon, Dian, dan Nadine melakukannya dengan ala Pecha Kucha. Cukup singkat dan padat.
Perhelatan FreSh pada bulan Maret mendatang akan dilakukan 2 kali. Yang pertama adalah kegiatan FreSh rutin dengan tema dunia mobile, sementara perhelatan keduanya pada akhir bulan Maret berupa workshop sehari penuh untuk para penggiat Facebook. Tunggu tanggal mainnya ya! Cek-cek terus Facebook Groups-nya!
Artikel lainnya yang terkait:
Filed Under: Monthly Events
Tags: Creative, generation



Comments (13)
ndoro kakung
February 24th, 2009 at 9:56 pm
itu empat lelaki uzur kok ngantuk semua ya?
Andy OrangeMood
February 24th, 2009 at 10:00 pm
Maafkan saya yang sering “bolos”, maklum masih kuli…
Semoga fresh makin fresh terus yah.
itu 20/20 20 slide 20 detik, 1 slide 1 detik mau ngomong apa? apa jadi kek slide foto aja?… ehehehe…
isman
February 24th, 2009 at 10:45 pm
Masing-masing slide yang 20 detik, Ndy. Jadi total sekitar 400 detik. Atau 6-7 menit. Cukup luwes buat presentasi. Nggak bikin ngantuk.
Belajar Tiada Henti » Blog Archive » Indonesia, Bangsa Kreatif?
February 24th, 2009 at 10:49 pm
[...] Fresh [...]
delonelybie
February 25th, 2009 at 8:55 am
i…waw…
bener-bener freshhh…
husin wijaya
February 25th, 2009 at 9:38 pm
terima kasih buat fresh yang begitu ramah dan membuka wawasan…senang bisa bertemu dengan kalian semua
Fresh 7.0 : Indonesia, Bangsa Kreatif?
February 28th, 2009 at 5:19 pm
[...] Liputan resmi ada di situs resmi FreSh: FreSh 7.0: Indonesia Bangsa Kreatif. Berkas (slide) presentasi juga tersedia di sana untuk diunduh. digg_url = [...]
kabarmadura
March 3rd, 2009 at 11:33 am
great …
multi tasking overhead
lalu … dimana perasaan dan kreatifitas … saat kita memutuskan untuk hijrah dari tempat (kantor) yang saru ke kantor yang lain bahkan ke usaha lain ?
kemaren nggak sempet nanya … (terbatas)
bah reggae
March 3rd, 2009 at 7:13 pm
wuih. asyik nih. dunia mmg bkn daun kelor lagi, tp kolor. Mulurnya cepet banget.
Generation Z @ FreSh | Catur PW.Com
March 7th, 2009 at 11:35 pm
[...] Review selengkapnya bisa dibaca di: FreSh 7: Indonesia, Bangsa Kreatif? [...]
joule
March 18th, 2009 at 9:45 pm
facebook…
ekshibisonisme me « Sicindai
March 29th, 2009 at 10:56 am
[...] itu terlontar dari seorang Goenawan Mohammad (GM) dalam acara FreSh 7, 25 Februari 2009 yang lalu, dan saya yakin semua teman yang baca posting disini pasti merupakan [...]
Trivia
August 15th, 2009 at 9:59 am
[...] Liputan resmi ada di situs resmi FreSh: FreSh 7.0: Indonesia Bangsa Kreatif. Berkas (slide) presentasi juga tersedia di sana untuk diunduh. digg_url = [...]
Leave a reply